Friday, 12 October 2012

Cooking Mama :3

Gue punya temen baik orang Jepang, namanya Nanbu Ai. Ketimbang nyebut Ai, gue lebih pewe manggil dia Nanbu. Sayangnya gue gapunya kesempatan buat moto tersangkanya. Karena doi paling susah diminta poto.
Pertemuan gue dan Nanbu bermula pada saat gue ngambil kelas teknik lingkungan di Semester 1. Saat si dosen me-re-shuffle kelompok gue (dan gue harus berpisah dari gebetan gue huhuhu), gue pun jadi sekelompok sama Nanbu dan Ikemoto.
Singkat cerita, pertemanan gue dan Nanbu pun berlanjut sampe sekarang.
Dan Nanbu itu biasanya langganan maen ke rumah buat ngobrol sampe membleh atau numpang makan. Dan karena gue hobi banget masak (meski gitu gitu aja hehehe), gue pun mengenalkan salah satu masakan Indonesia favorit gue ke Nanbu:
Capcay.

*pinjem gambar mbah gugel


Ngahaha hidup sayur! Sebagai vegetarian gagal, saya tetap cinta sayur!

Dan akhirnya kita berdua pun ngacir ke supermarket terdekat buat borong beberapa bahan yang saat itu juga gue lagi out-of-stock. Dan si Nanbu (sebelumnya pernah gue kasih juga Capcay versi demo) pun penasaran sama resep si Capcay, nulis dengan detail bahan dan cara bikinnya.

Awhaheee meja gue penuh.

Nanbu--yang notabene sebagai Jepang-Separo (kenapa gua sebut separo? Karena Nanbu ini adalah orang Jepang yang berbeda daripada Jepang biasanya. Jadi gue selalu bilang dia itu ngga 100% Jepang meski dia itu 1000% Jepang hihi) pun cuma bisa gue suruh motoin gue karena dia gamau dipoto. Hauuuu. Dengan bumbu seadanya (yang penting wuenak), misi bikin capcay pun tetap berlanjut.

Dan setelah capcaynya jadi, mulailah kita rapi-rapi meja dan mulai tata piring dan lain sebagainya. Dan ternyata nasi gue dan nasi Nanbu ini punya kesenjangan sosial yang besar...

Sebagai orang yang mengakui diri adalah vegetarian dan menjalani diet, saya merasa gagal. ( ._.)/||

Dan setidaknya, kita berdua makan dengan puas :3
Ohya, Nanbu pun nyumbang satu side dish, yaitu sepotong tofu putih dingin dikasih kimchi dan daun bawang di siram shoyu. Enak lho :3


Ayo coba kenalin budaya Indonesia lewat makanan. Karena makanan itu satu-satunya jurusan ampuh untuk segala macam budaya dan permasalahan hihi. Urusan cinta juga lho *ahem.

Bon appetit!

0 comments:

Post a Comment